Layanan Bimbingan Belajar dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Di Sekolah Dasar
UNISNU JEPARA
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Ujian Tengah Semester Bimbingan dan Konseling SD
Nama : Asri Muthmainnah
NIM : 201330000605
LAYANAN
BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI
SEKOLAH DASAR
PENDAHULUAN
Sekolah dasar merupakan salah satu jenjang pendidikan yang
berlangsung selama 6 tahun dan menjadi jenjang pendidikan formal level rendah
yang sangat menentukan pembentukan karakter peserta didik kedepannya. Dan di
jenjang pendidikan ini, peserta didik akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan
juga penanaman nilai-nilai yang akan berguna dalam kehidupan mereka kedepannya.
Dalam UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan bertujuan untuk mengembangkan peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Guna mencapai tujuan
pendidikan tersebut, peserta didik harus mempunyai sikap dan perilaku yang
mampu menunjang keberhasilan masa depan. Salah satu sikap yang harus
dikembangkan pada diri peserta didik yaitu sikap disiplin dalam kehidupan
sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah.
Menurut Asim
Peserta didik sering mengalami permasalahan dalam penerapan
disiplin belajar, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adanya
dorongan dari dalam (internal) diri peserta didik meliputi pengetahuan,
kesadaran, ketaatan, keinginan berprestasi, dan latihan berdisiplin. Dorongan
dari luar (eksternal) peserta didik meliputi lingkunan, pendidikan, teman,
saudara, kebiasaan, dan pembinaan dari rumah, sarana yang menunjang,
pengawasan, hukuman, nasihat, dan sebagainya
Layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar menjadi
salah satu progam untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi
oleh peserta didik, termasuk dalam membentuk kedisiplinan belajar yan baik dan
teratur melalui perubahan sikap dan perilaku mereka. Apabila dalam diri peserta didik terdapat sikap
disiplin yang baik, maka akan terjadi proses pembelajaran yang efektif dan
efisien. Terdapat beberapa kasus yang menunjukkan rendahnya kedisiplinan
belajar di kalangan peserta didik terutama di sekolah dasar, seperti malas
bahkan jarang belajar atau bersikap acuh terhadap pelajaran, sering terlambat
datang ke sekolah, malas mengejakan PR, dan melanggar peraturan sekolah. Hal-hal
seperti ini tentu dapat mempengaruhi keberhasilan peserta didik dalam belajar,
sehingga sangat diperlukan layanan bimbingan belajar sebagai bentuk bantuan
yang diberikan kepada mereka dengan tujuan agar mampu meningkatkan kedisiplinan
belajar untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Berdasarkan beberapa penjelasan diatas, mendorong untuk dilakukannya bimbingan belajar dengan menggunakan strategi dan teknik yang tepat untuk meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik di sekolah dasar.
PEMBAHASAN
Kedisiplinan belajar diambil dari kata disiplin yang berarti
ketaatan ( kepatuhan ) kepada peraturan di sekolah, tata tertib, dan
sebagaianya
Jadi dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar berarti kesadaran
diri seseorang ( peserta didik ) untuk mengendalikan atau mengontrol dirinya
untuk bersungguh-sungguh dalam proses kegiatan belajar. Dengan adanya
kedisiplinan belajar, maka peserta didik akan menyadari pentingnya belajar
secara teratur. Kedisiplinan yang terbentuk secara sadar akan membentuk sikap,
perilaku, dan tata kehidupan yang teratur sehingga peserta didik akan mencapai
kesuksesan belajar. Indikator disiplin belajar peserta didik yaitu: disiplin
dalam kehadiran disekolah, disiplin mengikuti pembelajaran, disiplin
mengerjakan tugas dan disiplin belajar diluar sekolah.
Dalam meningkatkan kedisplinan belajar di kalangan peserta
didik sekolah dasar, perlu dilakukan layanan bimbingan belajar yang bertujuan
untuk mengembangkan diri peserta didik dengan sikap dan kebiasaan belajar yang
baik, berusaha mengatasi kesulitan belajar yang mereka rasakan, serta tuntunan
kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan yang optimal. Peranan
bimbingan dan konseling belajar di sekolah dasar diharapkan semakin meningkat,
melalui para pendidik yaitu guru kelas dan guru pembimbing atau konselor yang
senantiasa dapat bekerja sama.
Layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar bisa
dilakukan dengan teknik self management
( pengelolaan diri ) dengan tujuan agar dapat mengurangi perilaku
peserta didik yang kurang baik dan mengganggu ( tidak menyelesaikan tugas
sekolah dan tugas-tugas secara mandiri dan efisien ). Self management
berarti mendorong diri sendiri untuk maju, mengatur unsur kemampuan pribadi,
mengendalikan kemampuan untuk mencapai hal-hal yang baik sehingga seseorang
dapat berkembang menjadi pribadi ynag lebih baik di kehidupan. Self management
adalah strategi perubagan tingkah laku atau kebiasaan dengan pengaturan dan
pemantauan yang dilakukan oleh klien sendiri dalam bentuk latihan pemantauan
diri, pengendalian rangsangan serta pemberian penghargaan pada diri sendiri
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa self
management terjadi karena adanya suatu usaha pada individu, mengelola unsur
apa saja yang terdapat dalam dirinya, berusaha untuk memperoleh apa yang ingin
dicapai serta mengembangkan pribadinya agar menjadi lebih baik. Menurut Neitzel
Self management dalam belajar adalah kemampuan yang berkenaan
dengan keadaan diri sendiri dan keterampilan dimana individu dapat mengelola
dan mengatur diri untuk mengarahkan perubahan tingkah lakunya sendiri untuk
belajar dengan stimulus dan respon. Strategi self management dalam
meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik dapat dilakukan menggunakan
layanan bimbingan kelompok, dengan bentuk sebagai berikut:
a.
Pendorongan diri (Self Motivation)
Sebenarnya dorongan batin akan kuat apabila berasal dari dalam diri
sendiri tanpa dorongan dari orang lain. Dorongan yang kuat untuk belajar pada
diri seorang peserta didik misalnya pada kesenangan membaca, keingintahuan
terhadap pengetahuan baru, dan keinginan untuk maju. Layanan bimbingan kelompok
di sini dilakukan cara peserta didik saling bertukar pikiran atau pendapat
antar anggota kelompok sehingga akan memicu individu untuk berkembang. Dengan
bimbingan kelompok peserta didik akan memperoleh pengetahuan baru yang
sebelumnya belum pernah didapat. Motivasi diri yang paling besar berasal dari
diri individu itu sendiri karena diri sendirilah yang menentukan terbentuk atau
tidaknya self management dalam belajar.
b. Penyusunan Diri (Self
Organization)
Penyusunan diri merupakan suatu usaha dalam
mengatur dan mengurus segala hal yang menyangkut pikiran, waktu, tempat, benda,
dan sumber daya lainnya yang menunjang pembentukan self management
sehingga tercapai kehidupan individu yang efisien. Dalam bimbingan kelompok
akan membahas topik-topik yang sifatnya umum atau dapat dikatakan masalah yang
dialami oleh semua peserta didik dalam mengatur dan mengelola diri.
c. Pengendalian diri (Self
Control)
Pengendalian diri akan memicu munculnya sebuah
tekad atau keinginan yang kuat dalam diri seseorang untuk melaksanakan apa saja
yang harus dikerjakan, dan juga hal hal yang harus ditinggalkan. Pengendalian
diri pada layanan bimbingan kelompok dapat mengembangkan tekad dan tenaga
peserta didik untuk saling membantu antar anggota kelompok.
d. Pengembangan Diri (Self
Development)
Bimbingan kelompok
akan melatih kemampuan bersosialisasi peserta didik terutama kemampuan
berkomunikasi sehingga dapat menambah kearifan pengetahuan peserta didik, dan
melatih peserta didik untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok lainnya.
Ciri peserta didik yang memiliki self management dalam
belajar yang tinggi adalah sebagai berikut:
a.
Menentukan sasaran (good setting) yaitu
menetukan sasaran, target, tingkah laku, prestasi yang hendak dicapai merupakan
langkah pertama dari progam self management dalam belajar.
b.
Memonitor diri sendiri (self monitoring)
dengan membuat grafik atau catatan dari data yang bisa dilihat oleh peserta
didik itu sendiri sehingga bisa berfungsi sebagai feed back dan penguat.
c.
Mengevaluasi diri sendiri (self evaluation).
Peserta didik yang bersangkutan mengevaluasi perkembangan dari rencana yang
telah dibuat apakah sesuai target atau tidak.
d.
Proses penguatan diri (self reinforcement)
dengan maksud memberi penilaian atau pengharapan terhadap apa yang sudah
dilakukan.
Selain menggunakan strategi self management dalam
layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar, peran guru BK ( guru kelas )
mempunyai pengaruh besar terhadap kedisiplinan dan perkembangan peserta didik.
Peran guru disini tidak jauh dari peran keluarga yaitu sebagai rujukan dan
tempat perlindungan jika peserta didik mengalami permasalahan. Adapun peran
guru bimbingan dan konseling dalam mendidik kedisiplinan belajar peserta didik
adalah sebagai berikut
a.
Pemberian peringatan kepada peserta didik.
b.
Pemberian bimbingan secara individu.
c.
Pemberian bimbingan secara kelompok.
d.
Pemberian hukuman kepada peserta didik.
e.
Panggilan orang tua peserta didik.
f.
Pembiasaan yang diterapkan dalam intrakurikuler
maupun ekstrakurikuler.
Jadi, selain guru BK ( guru kelas ) yang memberikan peringatan dan hukuman, semua pihak-pihak yang ada disekolah juga sangat dibutuhkan untuk membantu menumbuhkan kesadaran kedisiplinan belajar para peserta didik. Dalam artian semua pihak terkait yang ada disekolah harus saling bekerjasama demi meningkatkan kedisiplinan belajar yang kondusif di kalangan peserta didik.
KESIMPULAN
Kedisiplinan belajar menjadi hal yang sangat penting terutama
dikalangan peserta didik sekolah dasar, dimana dalam jenjang ini menjadi awal
pembentukan karakter mereka kedepannya. Kedisiplinan belajar berarti kesadaran
diri seseorang ( peserta didik ) untuk mengendalikan atau mengontrol dirinya
untuk bersungguh-sungguh dalam proses kegiatan belajar meliputi disiplin dalam
kehadiran di sekolah, disiplin dalam mengikuti proses pembelajaran, menaati
tata tertib yang berlaku di sekolah, dan
lain-lain.
Upaya meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik dapat dilakukan dengan layanan bimbingan belajar melalui strategi self management berkelompok untuk mengubah sikap yang kurang baik dengan pmendapatkan pengalaman baru yang akan bermanfaat untuk kedepannya. Selain menggunakan selft management, peran konselor yaitu guru kelas atau pihak-pihak yang ada disekolah juga sangat penting dalam layanan bimbingan belajar. Peran guru tidak hanya sebagai pengajar atau pendidik saja tetapi juga sebagai pembimbing bagi peserta didik nya agar menjadi individu yang memiliki kedisiplinan baik di semua hal terutama dalam proses belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Asim. 2016.
Pengaruh Bimbingan Manajemen Diri Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar
Siswa. Jurnal of Educational Science and Teknologi (EST). 2 (2):
105-102.
Fatimah, Annisa
Nurul dkk. 2019. Efektivitas Teknik Self-Management Untuk Meningkatkan
Kedisiplinan Belajar SISWA SMA. Jurnal FOKUS. 2 (1): 24-29.
Febrianti, Reza.
2018. Efektivitas Konseling Kelompok dengan Teknik Self Management Untuk
Meningkatkan Disiplin Belajar Peserta Didik. http://repository.radenintan.ac.id/3026.
Komalasari, Gantina
dkk. 2011. Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: Indeks.
https://www.academia.edu/31094047/DISIPLIN_SISWA_DALAM_BELAJAR_ATAU_DISPLIN_BELAJAR.
Rahmawati, G. A.
2019. Efektivitas Teknik Self Management untuk Meningkatkan Kedisiplinan
Belajar Siswa Kelas X TPM SMK Muhammadiyah 2 Kota Kediri.
Saputro, Tego
Singgih. 2012. Pengaruh Disiplin Belajar dan Lingkungan Teman Sebaya Terhadap
Prestasi Belajar. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia. 10 (1): 78-97.
UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
Komentar
Posting Komentar